Adab atau Etika Berdo'a
Posted by hendra supriyanto on Wednesday, August 1, 2012
Under: dakwah (akhlaq)
Setiap insan muslim pasti pernah berdo’a pada Allah. Namun tahukah anda? Ternyata, Islam juga mengatur tentang adab-adab dalam berdoa’a. Sudahkah kita memenuhi etika berdo’a? Bagaimanakah adab atau etika berdo’a? Mari kita baca keterangan berikut!
Terlebih dahulu sebelum berdo`a hendaknya memuji kepada Allah kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam. Rasulullah
Shallallaahu alaihi wa Sallam pernah mendengar seorang lelaki sedang
berdo`a di dalam shalatnya, namun ia tidak memuji kepada Allah dan tidak
bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam maka Nabi
bersabda kepadanya: "Kamu telah tergesa-gesa wahai orang yang sedang
shalat. Apabila anda selesai shalat, lalu kamu duduk, maka memujilah
kepada Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya, dan bershalawatlah
kepadaku, kemudian berdo`alah". (HR. At-Turmudzi, dan dishahihkan oleh
Al-Albani).
Mengakui
dosa-dosa, mengakui kekurangan (keteledoran diri) dan merendahkan diri,
khusyu', penuh harapan dan rasa takut kepada Allah di saat anda
berdo`a. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya:
"Sesungguhnya
mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera di dalam (mengerjakan)
perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo`a kepada Kami dengan
harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu` kepada
Kami". (Al-Anbiya': 90).
Berwudhu'
sebelum berdo`a, menghadap Kiblat dan mengangkat kedua tangan di saat
berdo`a. Di dalam hadits Abu Musa Al-Asy`ari Radhiallaahu anhu
disebutkan bahwa setelah Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam selesai
melakukan perang Hunain :" Beliau minta air lalu berwudhu, kemudian
mengangkat kedua tangannya; dan aku melihat putih kulit ketiak beliau". (Muttafaq'alaih).
Benar-benar
(meminta sangat) di dalam berdo`a dan berbulat tekad di dalam memohon.
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila kamu berdo`a
kepada Allah, maka bersungguh-sungguhlah di dalam berdo`a, dan jangan
ada seorang kamu yang mengatakan :Jika Engkau menghendaki, maka berilah
aku", karena sesungguhnya Allah itu tidak ada yang dapat memaksanya".
Dan di dalam satu riwayat disebutkan: "Akan tetapi hendaknya ia
bersungguh-sungguh dalam memohon dan membesarkan harapan, karena
sesungguhnya Allah tidak merasa berat karena sesuatu yang Dia berikan".
(Muttafaq'alaih).
Menghindari
do`a buruk terhadap diri sendiri, anak dan harta. Rasulullah
Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Jangan sekali-kali kamu
mendo`akan buruk terhadap diri kamu dan juga terhadap anak-anak kamu dan
pula terhadap harta kamu, karena khawatir do`a kamu bertepatan dengan
waktu dimana Allah mengabulkan do`amu". (HR. Muslim).
Merendahkan
suara di saat berdo`a. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam
bersabda: "Wahai sekalian manusia, kasihanilah diri kamu, karena
sesungguhnya kamu tidak berdo`a kepada yang tuli dan tidak pula ghaib,
sesungguhnya kamu berdo`a (memohon) kepada Yang Maha Mendengar lagi Maha
Dekat dan Dia selalu menyertai kamu". (HR. Al-Bukhari).
Berkonsentrasi
di saat berdo`a. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:
"Berdo`alah kamu kepada Allah sedangkan kamu dalam keadaan yakin
dikabulkan, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do`a dari hati yang lalai". (HR. At-Turmudzi dan dihasankan oleh Al-Albani).
Tidak
memaksa bersajak di dalam berdo`a. Ibnu Abbas pernah berkata kepada
`Ikrimah: "Lihatlah sajak dari do`amu, lalu hindarilah ia, karena
sesungguhnya aku memperhatikan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam
dan para shahabatnya tidak melakukan hal tersebut".(HR. Al-Bukhari)..
[Dikutip dari Kitab "Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari" By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan]
Demikianlah tulisan pada kesempatan ini, mudah-mudahan bermanfaat dan mari kita berusaha mengamalkannya.
In : dakwah (akhlaq)