Hadits: Tinggalkan Keragu-raguan
Posted by hendra supriyanto on Wednesday, August 1, 2012
Under: dakwah (akhlaq)
Assalamu’alikum, Pembaca yang Budiman.
Pada kesempatan ini penulis akan menghadirkan tulisan dengan topik hadits. Adapun hadits yang akan kita bahas yaitu hadits tentang perintah untuk meninggalkan keragu-raguan.
Rasulullah SAW telah memberikan kita warisan yang tak tergantikan;
Alquran dan As-Sunnah. Mari kita amalkan anjuran Rasulullah SAW tentang menginggalkan keragu-raguan. Namun keragu-raguan yang seperti apakah yang mesti kita tinggalkan?
Apakah keraguan
atas haramnya sesuatu yang telah jelas haramnya? Atau yang lainnya?
Untuk lebih jelasnya silahkan luangkan waktu anda sekitar 1 menit untuk
menambah ilmu dan mempermudah kita dalam kehidupan ini. Berikut hadits
tentang anjuran untuk meninggalkan keragu-raguan:
عن
أبي محمد الحسن بن علي بن أبي طالب سبط رسول الله صلى الله عليه وسلم
وريحانته رضي الله عنهما قال حفظت من رسول الله صلى الله عليه وسلم " دع ما
يريبك إلى ما لا يريبك " رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح
Dari
Abu Muhammad, Al Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, cucu Rasululloh
Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan kesayangan beliau radhiallahu 'anhuma
telah berkata : “Aku telah menghafal (sabda) dari Rasululloh Shallallahu
‘alaihi wa Sallam: “Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu,
bergantilah kepada apa yang tidak meragukan kamu “.
(HR. Tirmidzi dan berkata Tirmidzi : Ini adalah Hadits Hasan Shahih)
[Tirmidzi no. 2520, dan An-Nasa-i no. 5711]
Kalimat
“yang meragukan kamu” maksudnya tinggalkanlah sesuatu yang menjadikan
kamu ragu-ragu dan bergantilah kepada hal yang tidak meragukan. Hadits
ini kembali kepada pengertian Hadits keenam, yaitu sabda Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan
yang haram itu jelas, dan di antara keduanya banyak perkara syubhat”.
Pada hadits lain disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Seseorang tidak akan mencapai derajat taqwa sebelum ia meninggalkan hal-hal yang tidak berguna karena khawatir berbuat sia-sia”.
Pada hadits lain disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Seseorang tidak akan mencapai derajat taqwa sebelum ia meninggalkan hal-hal yang tidak berguna karena khawatir berbuat sia-sia”.
Tingkatan sifat semacam ini lebih tinggi dari sifat meninggalkan yang meragukan.
Demikianlah
tulisan hari ini untuk meng-upgrade pengetahuan kita, mudah-mudahan
bisa memperteguh keyakinan kita dan semoga tulisan ini bermanfaat.
Wassalamu’alaikum.
In : dakwah (akhlaq)