Sedekah di Bulan Ramadhan
Posted by hendra supriyanto on Wednesday, August 1, 2012
Under: dakwah
Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas raldhiallahu 'anhuma, ia berkata :
"Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan
beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan, saat beliau ditemui Jibril
untuk membacakan kepadanya Al-Qur'an. Jibril menemui beliau setiap malam
pada bulan Ramadhan, lalu membacakan kepadanya Al-Qur'an. Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam ketika ditemui Jibril lebih dermawan dalam
kebaikan daripada angin yang berhembus.
Hadits ini diriwayatkan pula oleh Ahmad dengan tambahan:
"Dan beliau tidak pernah dimintai sesuatu kecuali memberikannya. "
Dan menurut riwayat Al-Baihaqi, dari Aisyah radhiallahu 'anha :
"Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam jika masuk bulan Ramadhan membebaskan
setiap tawanan dan memberi setiap orang yang meminta. "
Kedermawanan
adalah sifat murah hati dan banyak memberi. Allah pun bersifat Maha
Pemurah, Allah Ta'ala Maha Pemurah, kedermawanan-Nya berlipat ganda pada
waktu-waktu tertentu seperti bulan Ramadhan.
Dan
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah manusia yang paling
dermawan, juga paling mulia, paling berani dan amat sempurna dalam
segala sifat yang terpuji; kedermawanan beliau pada bulan Ramadhan
berlipat ganda dibanding bulan-bulan lainnya, sebagaimana kemurahan
Tuhannya berlipat ganda pada bulan ini.
Berbagai pelajaran yang dapat diambil dari berlipatgandanya kedermawanan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di bulan Ramadhan :
Bahwa kesempatan ini amat berharga dan melipatgandakan amal kebaikan.
Membantu
orang-orang yang berpuasa dan berdzikir untuk senantiasa taat, agar
memperoleh pahala seperti pahala mereka; sebagaimana siapa yang
membekali orang yang berperang maka ia memperoleh seperti pahala orang
yang berperang, dan siapa yang menanggung dengan balk keluarga orang
yang berperang maka ia memperoleh pula seperti pahala orang yang
berperang. Dinyatakan dalam hadits Zaid bin Khalid dari Nabi shallallahu
'alaihi wasallam beliau bersabda:
"Barangsiapa
memberi makan kepada orang yang berpuasa maka baginya seperti pahala
orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikitpun dari pahalanya. "
(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).
Bulan
Ramadhan adalah saat Allah berderma kepada para hamba-Nya dengan
rahmat, ampunan dan pembebasan dari api Neraka, terutama pada Lailatul
Qadar Allah Ta 'ala melimpahkan kasih-Nya kepada para hamba-Nya yang
bersifat kasih, maka barangsiapa berderma kepada para hamba Allah
niscaya Allah Maha Pemurah kepadanya dengan anugerah dan kebaikan.
Balasan itu adalah sejenis dengan amal perbuatan.
Puasa
dan sedekah bila dikerjakan bersama-sama termasuk sebab masuk Surga.
Dinyatakan dalam hadits Ali radhiallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
"Sungguh
di Surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luamya dapat dilihat dari
dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. " Maka berdirilah
kepada beliau seorang Arab Badui seraya berkata: Untuk siapakah
ruangan-ruangan itu wahai Rasulullah? jawab beliau: "Untuk siapa saja
yang berkata baik, memberi makan, selalu berpuasa dan shalat malam
ketika orang-orang dalam keadaan tidur. " (HR. At-Tirmidzi dan Abu Isa
berkata, hadits ini gharib)
Semua
kriteria ini terdapat dalam bulan Ramadhan. Terkumpul bagi orang mukmin
dalam bulan ini; puasa, shalat malam, sedekah dan perkataan baik.
Karena pada waktu ini orang yang berpuasa dilarang dari perkataan kotor
dan perbuatan keji. Sedangkan shalat, puasa dan sedekah dapat
menghantarkan pelakunya kepada Allah Ta 'ala.
Puasa
dan sedekah bila dikerjakan bersama-sama lebih dapat menghapuskan
dosa-dosa dan menjauhkan dari api Neraka Jahannam, terutama jika
ditambah lagi shalat malam. Dinyatakan dalam sebuah hadits bahwa Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Puasa
itu merupakan perisai bagi seseorang dari api Neraka, sebagaimana
perisai dalam peperangan " ( Hadits riwayat Ahmad, An-Nasa'i dan Ibnu
Majah dari Ustman bin Abil-'Ash; juga diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah
dalam Shahihnya serta dinyatakan shahih oleh Hakim dan disetujui
Adz-Dzahabi.) Hadits riwayat Ahmad dengan isnad hasan dan Al-Baihaqi.
Diriwayatkan pula oleh Ahmad dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Puasa itu perisai dan benteng kokoh yang melindungi seseorang) dari api Neraka"
Dan dalam hadits Mu'adz radhiallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sedekah
dan shalat seseorang di tengah malam dapat menghapuskan dosa
sebagaimana air memadamkan api" (Hadist riwayat At-Tirmidzi dan
katrrnya. "Hadits hasan shnhih. "
Dalam
puasa, tentu terdapat kekeliruan serta kekurangan. Dan puasa dapat
menghapuskan dosa-dosa dengan syarat menjaga diri dari apa yang mesti
dijaga. Padahal kebanyakan puasa yang dilakukan kebanyakan orang tidak
terpenuhi dalam puasanya itu penjagaan yang semestinya. Dan dengan
sedekah kekurangan dan kekeliruan yang terjadi dapat terlengkapi. Karena
itu pada akhir Ramadhan, diwajibkan membayar zakat fitrah untuk
mensucikan orang yang berpuasa dari perkataan kotor dan perbuatan keji.
Orang
yang berpuasa meninggalkan makan dan minumnya. Jika ia dapat membantu
orang lain yang berpuasa agar kuat dengan makan dan minum maka
kedudukannya sama dengan orang yang meninggalkan syahwatnya karena
Allah, memberikan dan membantukannya kepada orang lain. Untuk itu
disyari'atkan baginya memberi hidangan berbuka kepada orang-orang yang
berpuasa bersamanya, karena makanan ketika itu sangat disukainya, maka
hendaknya ia membantu orang lain dengan makanan tersebut, agar ia
termasuk orang yang memberi makanan yang disukai dan karenanya menjadi
orang yang bersyukur kepada Allah atas nikmat makanan dan minuman yang
dianugerahkan kepadanya, di mana sebelumnya ia tidak mendapatkan
anugerah tersebut. Sungguh nikmat ini hanyalah dapat diketahui nilainya
ketika tidak didapatkan. (Lihat kitab Larhaa'iful Ma'arif, oleh Ibnu
Rajab, hlm. 172-178.)
Semoga
Allah melimpahkan taufik-Nya (kepada kita semua). Shalawat dan salam
semoga senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi kita Muhammad, segenap
keluarga dan sahabatnya.
In : dakwah
